Selasa, 04 November 2014

Sempurna dalam Ketidaksempurnaan



Terinspirasi Perkuliahan Filsafat Ilmu oleh Prof. Marsigit, M. A pada hari Kamis tanggal 16 Oktober 2014 di Kelas Pendididikan Matematika A Pasca Sarjana UNY

Banyak sekali orang yang mengatakan bahwa manusia adalah makhluk yang sempurna. Iya memang benar, manusia adalah makhluk yang sempurna, tetapi harus diikuti dalam ketidaksempurnaan. Iya manusia memang sempurna dalam ketidak sempurnaannya. Maksudnya bagaimana? Manusia sempurna karena berbeda dengan makhluk hidup lainnya, disini yang dimaksud adalah hewan dan tumbuhan. Manusia dijadikan makhluk terpilih oleh Allah dengan kesempurnaan organ yang dilengkapi dengan intuisi dan akal. Hewan memang mempunyai intuisi tetapi mereka tidak mempunyai akal untuk berfikir. Untuk berfilsafat....:-) 
 
Lalu bagaimana maksud ketidak sempuranaan manusia? Sebagai contoh, dalam berbicara, manusia tidak bisa berbicara secara paralel, hanya dapat berbicara secara seri. Manusia tidak bisa mengatakan apa yang dipikirkannya secara bersamaan. Bisa dibayangkan jika apa yang kita pikirkan, yang teramat banyak sekali (saking banyaknya) lalu hal-hal itu dikatakan secara bersamaan. Apakah bisa kita mendengarnya?? Tentu tidak. Kita mengerti sesuatu karena ketidaksempurnaan yang dimiliki manusia, karena keterbatasan. Jadi tidak ada alasan untuk tidak bersyukur kan? Karena sebenar-benarnya hidup adalah bersyukur... :-)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar