Terinspirasi
Perkuliahan Filsafat Ilmu oleh Prof. Marsigit, M. A pada hari Kamis tanggal 23
Oktober 2014 Pendidikan Matematika A Pasca Sarjana UNY.
Awalnya (sebelum menjadi mahasiswa s2) saya orang
yang berusaha konsisten. Tidak suka dengan orang yang tidak konsisten alias
mencla mencle. Suka marah-marah jika ada orang yang tidak konsisten dengan apa
yang diucapkannya. Tetapi, setelah kenal dengan seseorang yang menurut saya
Unik, Prof. Marsigit, M. A nama beliau dan mengikuti kuliah beliau, saya
merubah paradigma tentang kekonsistenan. Dalam kuliah ini beliau menerangkan
tentang kekonsistenan yang lebih dalam, tentu menurut filsafat.
Dalam dunia ini sebenarnya tidak ada yang konsisten
kecuali Allah. Menurut immanuel Kant (Disampaikan oleh Prof. Marsigit, M. A)
Prinsip Dunia ada 2 yaitu prinsip Identitas, dan prinsip Kontradiksi. Prinsip
Identitas itu berarti “aku adalah aku”, “1 adalah 1” dan sebagainya. Sebagai
manusia tidak mungkin kita akan mencapai itu. Kenapa? Karena aku yang sekarang
berbeda dengan aku 1 menit yang lalu dan 1 menit yang akan datang? Loh kok
bisa? Aku yang sekarang tidak berkedip tetapi 1 menit atau beberapa detik yang
lalu ataupun beberapa detik yang akan datang aku berkedip. Oleh karena itu tidak
akan mungkin aku sama dengan aku. Lalu bagaimana dengan matematika yang
menyebutkan bahwa x = x? Yup, akan kita bahas sedikit. Satu sama dengan satu, x
= x akan benar saat semua itu masih ada dipikiran, tetapi akan menjadi tidak
benar saat sudah berada diluar pikiran. Semua itu akan menjadi sama jika
“Diandaikan”. Hal-hal ini dalam matematika digunakan untuk menemukan dan
membuktikan teorema-teorema.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar