Berdasar cerita Ketoprak UNY dalam rangka dies-natalis ke 54 berjudul “REMBULAN KEKALANG”
Dalam rangka pelestarian budaya, UNY hadir menggelar pementasan ketoprak yang berjudul Rembulan Kekalang. Acara ini dilaksanakan dalam rangka memeriahkan dies natalis UNY ke 54. Tidak tanggung-tanggung, acara ini dimeriahkan oleh Rektor UNY masa bhakti 2017-2021, Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, M.Pd, dan banyak guru besar dari UNY, Prof. Dr. Marsigit, M.A salah satunya. Dalam Ketoprak UNY yang berjudul Rembulan Kekalang ini, terlihat bahwa rektor, guru besar, maupun dosen-dosen sangat piawai memerankan peran masing-masing, dan terlihat sangat menguasai bahasa jawa.
Di awal ketoprak, Pangeran Sepuh Purboyo mengenalkan Patih Singoranu sebagai patih yang selalu setia dan bisa diandalkan menyelesaikan masalah. Pangeran Purbaya beranggapan jika saya ada dua orang yang seperti Patih Singoranu maka akan semakin menambah kewibawaan Pangeran Sepuh Purboyo memimpin Kerajaan Mataram. Mataram akan menjadi kerajaan yang kuat dan jaya.
Pangeran Sepuh Purboyo ingin menurunkan
kekuasaan dikarenakan sudah merasa tua. Setelah berbagai diskusi antara Pangeran
Sepuh Purboyo, Patih Singoranu, dan Tumenggung Pasinggingan, diputuskan bahwa
Pangeran Hadi Mataram yang diperankan oleh Rektor UNY periode 2017-2021, Prof.
Dr. Sutrisna Wibawa, M.Pd diangkat menjadi Raja Mataram menggantikan Pangeran
Sepuh Purboyo. Meskipun Pangeran Hadi Mataram adalah anak dari adik Pangeran
Sepuh Purboyo, Pangeran Jolang tetapi Pangeran Hadi Mataram dipilih karena memiliki jiwa satria, sangat dekat dengan
rakyat kecil di pedesaan dan membantu siapapun yang membutuhkan. Bersamaan
dengan kesanggupan Pangeran Hadi Mataram menjadi Raja Mataram, Patih Singoranu
juga mengundurkan diri menjadi Patih di kerajaan Mataram.
Diskusi
berlanjut memilih jabatan Patih. Tumenggung Pesinggingan secara mengejutkan
menawarkan diri menjadi patih dengan kesombongannya. Pangeran Hadi Mataram
tidak menyukai hal itu kemudian meminta ijin untuk memilih patih karena patih
yang akan menemaninya bertukar pikiran selama menjadi Raja Mataram. Pangeran
Hadi Mataram memilih Tumenggung Sindurejo untuk menjadi Patih, dan Tumenggung
Pesinggingan pun murka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar