Kamis, 04 November 2021

KURIKULUM TINGKAT SATUAN PEMBELAJARAN. MUNGKINKAH?

Refleksi Perkuliahan Filsafat Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Kamis 4 November 2021 yang diampu oleh Prof. Marsigit, M.A

 

Siang ini Prof. Marsigit, M.A mengawali dengan tugas-tugas yang harus dikumpulkan menjadi portofolio. Portofolio sendiri tidak hanya mencatat tapi mengumpulkan bank data kegiatan mahasiswa. Adapun yang harus dikumpulkan adalah:

1. Review Perkuliahan di Youtube

2. Refleksi Perkuliahan

3. Review Buku tulisan I. Kant yaitu The Critique of Pure Reason

4. Inovasi pendidikan

5. Ideologi pendidikan

6. Perubahan mindset

7. Menulis tentang filsafat, ideologi, inovasi, dengan latar belakang keilmuan dikaitkan dengan PEP (tugas akhir).



 Hari ini Prof Marsigit, M.A menjelaskan perbedaan penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Filsafat. Kuantitatif menekankan pada keputusan diterima atau ditolak secara saintifik. Penelitian Kualitatif menekankan pada kreativitas, inovasi, fleksibiltas, konteks, subjektivitas, dan unpredictablitas (ketidak terdugaan). Sementara filsafat adalah keluasan dan kedalaman sehingga melampaui batas hakikat sampai kemapuan pikiran manusia tetapi jangan sampai melampaui kuasa tuhan.


        Dalam perkuliahan ini juga dibahas tentang kurikulum, salah satu usulan Prof. Marsigit, M.A yaitu kurikulum tingkat satuan pembelajaran. Jika Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah setingkat sekolah maka kurikulum tingkat satuan pembelajaran adalah setingkat kelas. Siswa diminta memberikan pertanyaan dari pengetahuan yang sudah dimiliki, misal membaca buku/media lain, kemudian minggu depannya guru sudah mempersiapkan LKS yang berkaitan dengan pertanyaan siswa diminggu sebelumnya. Siswa benar-benar diikutsertakan dalam pengambilan keputusan materi apa yang akan dipelajari. Kurikulum ini bisa dikelola oleh pusat agar dapat sangat mungkin diterapkan di seluruh kelas di sekolah seluruh Indonesia.

        Ini menjadi ide yang sangat cemerlang jika pemerintah pusat bisa mengelola dan dapat diimplementasikan di Indonesia.

  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar