Kamis, 11 November 2021

INOVASI PENDIDIKAN DI INDONESIA: INOVASI PENDIDIKAN ATAU KEPENTINGAN POLITIK?

 Terinspirasi perkuliahan Filsafat PEP, Kamis 11 November 2021 pukul 11.10-12.50, di Kelas S3 PEP UNY Kelas A


         Pendidikan jika sudah masuk kontekstual akan ada unsur ideologi dan politik. Jika sudah masuk politik, pendidikan menjadi tidak mudah. Atau bisa dikatakan pendidikan itu kompromi.



Dalam matematika, matematika itu ilmu pengandaian, jika tidak ada pengandaian tidak ada matematika. Pengandaian awal stuktur bangunan matematika. Pengandaian merupakan fondamen. Bahasa filsafatnya  adalah foundalism.

Yang berpolitik dalam pendidikan tidak harus memahami tentang pendidikan. Politik ekonomi dalam pendidikan adalah bagaimana memperoleh untung sebanyak-banyaknya. Bukan lagi bagaimana mengembangkan, menginovasi pendidikan agar dapat meningkatkan karakter.

Berbeda dengan proyek infrastruktur yang setelah selesai dibangun, bisa disewakan dan mendapatkan keuntungan. Jika Pendidikan diinvestasikan malah akan menjadi hal yang tidak baik.

Inovasi, perubahan mindset di Indonesia, harusnya ada komitmen secara politik, pollitical will, sistemik, terstruktur dan masif. Pimpinan paham pendidikan, pelaksana, birokrasi paham pendidikan, DPR paham pendingnya pendidikan. Inovasi itu dari atas, kl dari bawah namanya anarki. Memperbaiki itu turun dari atas. Dibutuhkan pemimpin yang paham, tidak sepotong-potong. Sebagai contoh, hilangnya UN apakah sepotong ataukah sistemik. Dengan menghapus UN dan mengadakan program Asesmen Nasional, apakah sudah dikaji dengan matang, apakah akan berlangsung lama dan benar akan memperbaiki kulitas pendidikan di Indonesia, atau UN akan kembali lagi?

Kita lihat beberapa tahun ke depan. Semoga Inovasi pendidikan memang murni inovasi, tidak ada unsur politik dan semua stake holder memahami tentang pendidikan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar