Rabu, 22 Desember 2021

ANTARA LANGIT DAN BUMI

 Terinspirasi dari Perkuliahan Filsafat Penelitian dan Evaluasi Pendidikan yang diampu oleh Prof. Marsigit, M.A pada Kamis, 7 Oktober 2021.


Pertemuan pada tanggal 7 Oktober 2021 diawali dengan luruh ego 5 yang membahas tentang Langit dan Bumi. Ini sangat berkesan untuk saya secara pribadi, karena membuka pikiran saya tentang konsep langit dan bumi dari tinjauan filsafat.



Filsafat itu adalah santun terhadap ruang dan waktu. Ruang itu berdimensi, dengan dimensi yang lebih tinggi adalah langit dan yang lebih rendah adalah bumi. Langit adalah yag lebih mengerti sementara bumi adalah yang belum atau kurang mengerti. Sebagai contoh, dalah hal memasak, maka Ibu-Ibu adalah langit sementara Bapak-Bapak adalah bumi. Dalam hal mencari nafkah, suami adalah langit dan istri adalah bumi, dan sebagainya.

            Selanjutnya, masih dalam pembahasan langit dan bumi, disinggung tentang transenden. Dimensi yang lebih tinggi termasuk transenden. Lawan dari transenden adalah realita. Transenden adalah apapun yang tidak atau belum kita ketahui. Meskipun langit itu memiliki dimensi lebih tinggi, bukan berarti tidak pernah melakukan kesalahan.

            Terkait membelah langit, ada yang namanya transendental skematik, ilmu itu bersifat membedakan. Sebagai contoh, siswa SD adalah transenden dari siswa PAUD. Antara siswa SD memiliki perbedaan pendapat, kenapa bisa berbeda? Karena siswa SD memiliki transendental skematik.

            Prof. Marsigit menjelaskan bahwa pikiran itu terbagi menjadi dua yaitu rasionalitas dan pengalaman. Logika itu ada diatas, sementara penglihatan ada di bawah. Kebenaran atas logika disebut koherensi atau kebenaran, sementara kebenaran realita adalah korespondensi atau kecocokan. Dari sini jika dikaitkan dengan hasil pemikiran Immanuel Kant bahwa Rasionalitas itu adalah analitik a priori yaitu berdasarkan logika, sementara pengalaman adalah sintetis a posteriori. Selanjutnya Immanuel Kant menyimpulkan bahwa dibutuhkan sintetik apriori yaitu kombinasi antara logika dan pengalaman untuk mengkonstruk suatu ilmu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar