Terinspirasi dari Perkuliahan Filsafat Penelitian dan Evaluasi Pendidikan yang diampu oleh Prof. Marsigit, M.A pada Kamis, 7 Oktober 2021.
Pertemuan pada tanggal 7
Oktober 2021 diawali dengan luruh ego 5 yang membahas tentang Langit dan Bumi.
Ini sangat berkesan untuk saya secara pribadi, karena membuka pikiran saya
tentang konsep langit dan bumi dari tinjauan filsafat.
Filsafat itu adalah santun
terhadap ruang dan waktu. Ruang itu berdimensi, dengan dimensi yang lebih
tinggi adalah langit dan yang lebih rendah adalah bumi. Langit adalah yag lebih
mengerti sementara bumi adalah yang belum atau kurang mengerti. Sebagai contoh,
dalah hal memasak, maka Ibu-Ibu adalah langit sementara Bapak-Bapak adalah
bumi. Dalam hal mencari nafkah, suami adalah langit dan istri adalah bumi, dan
sebagainya.
Selanjutnya,
masih dalam pembahasan langit dan bumi, disinggung tentang transenden. Dimensi
yang lebih tinggi termasuk transenden. Lawan dari transenden adalah realita.
Transenden adalah apapun yang tidak atau belum kita ketahui. Meskipun langit
itu memiliki dimensi lebih tinggi, bukan berarti tidak pernah melakukan
kesalahan.
Terkait
membelah langit, ada yang namanya transendental skematik, ilmu itu bersifat
membedakan. Sebagai contoh, siswa SD adalah transenden dari siswa PAUD. Antara
siswa SD memiliki perbedaan pendapat, kenapa bisa berbeda? Karena siswa SD
memiliki transendental skematik.
Prof.
Marsigit menjelaskan bahwa pikiran itu terbagi menjadi dua yaitu rasionalitas
dan pengalaman. Logika itu ada diatas, sementara penglihatan ada di bawah.
Kebenaran atas logika disebut koherensi atau kebenaran, sementara kebenaran
realita adalah korespondensi atau kecocokan. Dari sini jika dikaitkan dengan
hasil pemikiran Immanuel Kant bahwa Rasionalitas itu adalah analitik a priori
yaitu berdasarkan logika, sementara pengalaman adalah sintetis a posteriori.
Selanjutnya Immanuel Kant menyimpulkan bahwa dibutuhkan sintetik apriori yaitu
kombinasi antara logika dan pengalaman untuk mengkonstruk suatu ilmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar