Terinspirasi dari perkuliahan Filsafat Pendidikan dan Evaluasi Pendidikan pada tanggal 30 September 2021 oleh Prof. Marsigit, M.A
Pertemuan pada tanggal 30
September 2021 diawali dengan luruh ego 4 yang membahas tentang objek pada
kajian penelitian dan evaluasi pendidikan dalam pandangan filsafat.
Dari manfaatnya,
statistik bersifat utilitarian. Disebutkan juga bahwa statistika juga bersifat
reduksi pada tahap pengambilan data karena memilih. Statistika pada tahap
analisi data, ditinjau dari filsafat disebut sintesis. Pada tahap menyimpulkan,
statistika disebut idealisasi.
Dalam pertemuan ini di
bahas juga tentang karunia. Prof. Marsigit mengatakan bahwa karunia Tuhan itu
tidak akan pernah berkurang, tetapi selalu bertambah. Prof. Marsigit mengatakan
hal tersebut berdasarkan intuisi dan pengalaman. Manusia itu memiliki
keterbatasan, oleh karena itu pasti ada yang bertambah dan berkurang, sementara
Tuhan selalu memberikan karunianya, selalu bertambah, bagaimanapun yang dialami
oleh manusia. Bagaimanapun hal yang lebih tinggi dari filsafat adalah
spiritual.
Ditinjau dari filsafat,
evaluasi bersifat determin, artinya memberikan label. Hasil dari evaluasi
adalah suatu kebijakan/program/kegiatan itu baik atau perlu adanya perbaikan.
Hal inilah yang disebut sebagai determin, menimpakan sifat, menentukan sifat
yang lain. Evaluasi juga bersifat phenomenologi yang bersifat abstraksi (reduksi/memilih)
dan idealisasi (menyimpulkan). Lawan dari fenomena adalah noumena. Berdasarkan
Immanuel Kant, fenomena adalah sesuatu yang bisa dipikirkan sementara noumena
adalah sesuai yang tidak bisa dipikirkan.
Dalam membangun dunia, Prof
Marsigit mengatakan bahwa menurut A. Comte metode yang paling tinggi adalah
metode positif, selanjutnya adalah metode metafisik atau filsafat, selanjutnya
yang paling bawah adalah metode spiritualisme. Ini adalah aliran yang dianut oleh
A Comte. Berjalannya waktu, strutur dunia dimulai dari archaic, tribal,
tradisional, feodal, modern, dan post modern.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar